Contoh Surat Perjanjian Kerja Dan Borongan Dengan Format Yang Tepat

Suratmenyurat.xyz | Pekerjaan merupakan hal yang sangat dibutuhkan, demi memperoleh penghasilan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Akan tetapi, memperoleh pekerjaan sendiri bukanlah perkara yang mudah dilakukan, sebab berbagai faktor dapat menjadi penghambat diterimanya kita untuk bekerja di sebuah perusahaan. Seperti halnya persaingan, tingkat pendidikan, dan juga jenis pekerjaan.

Dalam dunia pekerjaan dan bisnis, sering kali kita mendengar istilah perjanjian, yang biasanya tertuang dalam secarik kertas, dengan berlandaskan hukum sebagai pengikatnya. Sebut saja seperti dalam Perjanjian Kerjasama, Perjanjian atau Kontrak Kerja, dan juga Perjanjian Kerja Borongan. Tapi tahukan Anda apa itu Surat Perjanjian?.

Contoh Surat Perjanjian Kerja Dan Borongan Dengan Format Yang Tepat

 

Pengertian Surat Perjanjian :

Surat Perjanjian merupakan salah satu jenis Surat Resmi yang berisi tentang sebuah kesepakatan bersama, dan tentu saja surat ini bersifat mengikat antara berbagai pihak yang terlibat di perjanjian yang telah disepakati, untuk melakukan tindakan atau perbuatan hukum yang sudah disepakati bersama oleh kedua belah pihak.

Fungsi Surat Perjanjian :

Fungsi Surat Perjanjian adalah sebagai barang bukti, bahwa kita telah mengadakan perjanjian jual beli sehingga kita dapat mengembalikan atau melakukan suatu protes, terhadap barang yang sudah dibeli apabila ada ketidaksesuaian pada barang yang diterima. Selain itu, Surat Perjanjian juga berguna untuk menggugat sesorang apabila orang tersebut melakukan suatu tindakan, yang menyalahi dengan isi suatu perjanjian yang telah disepakati.

Contoh Surat Perjanjian Lainnya :

Ciri-Ciri Surat Perjanjian :

Ada beberapa ciri-ciri, yang harus ada dalam sebuah surat jenis Surat Perjanjian, yang diantaranya ialah sebagai berikut :

  1. Surat perjanjian harus sesuai dengan hukum yang berlaku, kesusilaan, serta mengikat kepentingan umum dan ketertiban.
  2. Obyek surat perjanjian dalam surat kontrak diterangkan dengan jelas.
  3. Harus ada kesepakatan yang merupakan rasa ikhlas. Dengan kata lain surat kontrak dibuat atas dasar paksaan, penipuan, atau kekhilafan.
  4. Dalam surat perjanjian salah satu pihak yang terdapat dalam surat kontrak merupakan orang yang cakap.
  5. Judul kontrak dalam surat perjanjianharus ditulis dalam surat kontrak karena dalam surat kontrak, judul harus dirumuskan secara singkat, padat, dan jelas.
  6. Pihak-pihak yang terkait dalam surat perjanjian harus dengan surat kontrak disebutkan identitasnya secara jelas.
  7. Dalam surat perjanjian harus terdapat latar belakang kesepakatan (retical).
  8. Surat perjanjian harus berisi dari perjanjian kontrak yang bersifat jelas. Pada hakekatnya isi perjanjian kontrak terdiri dari pasal=pasal dan ayat-ayat sehingga sangat jelas bagi kedua belah pihak.
  9. Surat perjanjian membahas tentang mekanisme penyelesaian bila terjadi sengketa.Ditandatangani oleh kedua belah pihak maupun satu pihak.
  10. Terdapat saksi yang yang menyaksikan serta menandatangani surat kontrak.
  11. Terdapat salinan surat kontrak.

Syarat Sahnya Sebuah Perjanjian :

Selain ciri-ciri sebuah Surat Perjanjian, ada juga beberapa syarat dalam sebuah perjanjian, agar perjanjian yang disepakati dapat dikatakan sah. Berikut ini syarat-syaratnya :

  1. Surat perjanjian harus ditulis diatas kertas segel atau kertas biasa yang dibubuhi materai.
  2. Pembuatan surat perjanjian harus atas rasa ikhlas, rela, tanpa paksaan.
  3. Isi perjanjian harus disetujui oleh kedua belah pihak yang berjanji.
  4. Pihak yang berjanji harus sudah dewasa dan dalam keadaan waras dan sadar.
  5. Isi perjanjian harus jelas dan tidak mempunyai peluang untuk ditafsirkan secara berbeda.
  6. Isi surat perjanjian tidak boleh bertentangan dengan undang-undang dan norma susila yang berlaku.

 Jenis-Jenis Surat Perjanjian :

Ada beberapa jenis Surat Perjanjian, yang dapat dipakai untuk melakukan sebuah perjanjian, dengan pihak lain. Yang diantaranya ialah sebagai berikut :

– Perjanjian Jual Beli

Dalam surat ini, pihak penjual diwajibkan menyerahkan suatu barang kepada pihak pembeli. Sebaliknya, pihak pembeli diwajibkan menyerahkan sejumlah uang (sebesar harga barang tersebut), kepada pihak penjual sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak. Setelah penandatanganan surat tersebut, kedua belah pihak terikat untuk menyelesaikan kewajiban masing masing. Setiap pelanggaran atau kelalaian dalam memenuhi kewajiban, akan mendatangkan konsekuensi hukum karena pihak yang dirugikan, berhak mengajukan tuntutan atau klaim.

– Perjanjian Sewa Beli (Angsuran)

Bedanya di dalam Surat Perjanjian satu ini adalah, harga barang yang dibayarkan oleh pihak pembeli, dilakukan dengan cara mengangsur. Barangnya diserahkan kepada pihak pembeli, setelah Surat Perjanjian Sewa Beli ditandatangani. Namun hak kepemilikan atas barang tersebut, masih berada di tangan pihak penjual. Jadi, sebelum pembayaran atas barang tersebut masih di angsur, pihak pembeli masih berstatus sebagai penyewa. Dan selama itu, pihak pembeli tidak berhak menjual barang yang disebutkan, dalam perjanjian sewa beli tersebut. Selanjutnya, hak milik segera jatuh ke tangan pembeli, saat pembayaran angsuran atau cicilan terakhir dilunasi.

– Perjanjian Sewa Menyewa

Suatu persetujuan antara pihak yang menyewakan dan pihak yang menyewa, dimana pihak yang menyewa (pihak I) berjanji menyerahkan suatu barang (tanah, bangunan, dan lain sebagainya) kepada pihak penyewa (pihak II), selama jangka waktu yang di tentukan kedua belah pihak. Sementara itu, pihak penyewa di wajibkan membayar sejumlah uang, atas pemakaian barang tersebut.

– Perjanjian Borongan

Perjanjian ini dibuat antara pihak pemilik proyek dan pihak pemborong, dimana pihak pemborong setuju untuk melaksanakan pekerjaan borongan, sesuai dengan syarat-syarat atau spesifikasi serta waktu, yang telah ditetapkan atau disepakati oleh kedua belah pihak.

– Perjanjian Meminjam Uang/Hutang Piutang

Persetujuan antara pihak piutang dengan pihak berhutang untuk menyerahkan sejumlah uang. Pihak yang berpiutang, meminjamkan sejumlah uang kepada pihak yang meminjam, dan pihak peminjam wajib membayar kembali hutang tersebut. Namun, ditambah dengan bunga yang biasanya dinyatakan dalam persen dari pokok pinjaman, dalam jangka waktu yang telah disepakati.

– Perjanjian Kerja

Pada dasarnya Surat Perjanjian Kerja dan Surat Perjanjian Jual Beli adalah sama. Yang membedakan adalah obyek perjanjiannya. Bila dalam Surat Perjanjian Jual Beli objeknya adalah barang atau benda, maka objek dalam Surat Perjanjian Kerja adalah jasa kerja dan pelayanan.

– Perjanjian Kerjasama

Surat Perjanjian satu ini dibuat antara dua belah pihak, yang memiliki hubungan kerjasama dalam menjalankan sebuah proyek atau pekerjaan, dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku di dalamnya. Sehingga, ketika salah satu pihak melakukan kesalahan atau berlaku tidak sesuai ketentuan-ketentuan dalam perjanjian tersebut, dapat menerima konsekuensi Hukum.

Contoh Surat Perjanjian Kerja Dan Borongan Dengan Format Yang Tepat

Nah seperti yang telah dijelaskan di atas, bahwa salah satu jenis Surat Perjanjian ialah Surat Perjanjian Kerja (Kontrak) dan juga Surat Perjanjian (Kerja) Borongan. Biasanya untuk menerima dan menjalani sebuah pekerjaan, karyawan baru terlebih dahulu perlu melewati proses teken atau tanda tangan kontrak kerja, dan itulah yang sebut sebagai Surat Perjanjian Kerja. Dan bagi Anda, yang sedang mencari contoh format Surat Perjanjian (Kontrak) Kerja yang baik, silahkan mendownload file contoh formatnya melalui link yang telah kami sediakan di bawah ini :

Contoh Surat Perjanjian (Kontrak) Kerja :

File Preview :

Download Disini :

Download File Surat Perjanjian Kerja.docx
(Google Drive)(Mediafire)

Download Juga :

Download File Surat Perjanjian Kerja Borongan.docx
(Google Drive)(Mediafire)

Catatan : Anda tinggal mengubah informasi-informasi penting di dalam Surat Perjanjian yang Anda tulis atau susun.

Semoga contoh-contoh Surat Perjanjian Kerja, yang kami bagikan pada ulasan kali ini dapat berguna bagi Anda, yang kebetulan ingin merekruk karyawan baru atau ingin melaksanakan perjanjian kerja borongan dengan pihak lain. Sehingga proses yang Anda jalani tersebut, dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan yang Anda harapkan.

Penelusuran Terkait : Contoh Surat Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, Contoh Surat Perjanjian Kerja Lengkap, Contoh Surat Perjanjian Kerja Karyawan Tetap, Contoh Surat Perjanjian Kerja Yang Baik Dan Benar, Contoh Surat Perjanjian Borongan Bangun Rumah, Contoh Surat Perjanjian Kerja Borongan Bangunan Doc, Surat Perjanjian Kerja Borongan Tukang, Contoh Perjanjian Pemborongan Pekerjaan Outsourcing, Contoh Surat Perjanjian Kontrak Kerja Konstruksi, Contoh Surat Perjanjian Pemborongan Renovasi Rumah, Contoh Surat Perjanjian Keselamatan Kerja

Contoh Surat Perjanjian Kerja Dan Borongan Dengan Format Yang Tepat | Regina Amanda | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *