Contoh Surat Permohonan (Gugatan) Cerai Ke Pengadilan Agama Yang Benar

Suratmenyurat.xyz | Pernikahan merupakan salah satu momen yang paling membahagiakan, dan pastinya menimbhulkan perasaan haru bagi mereka yang menjalaninya. Sering kali pernikahan disebut, sebagai momen yang dapat dirasakan sekali seumur hidup. Pernikahan sendiri memiliki arti sebagai upacara pengikatan janji nikah yang dirayakan atau dilaksanakan oleh dua orang dengan maksud meresmikan ikatan perkawinan secara norma agama, norma hukum, dan norma sosial.

Setiap orang pastinya mendambakan sebuah pernikahan, yang selalu berjalan dengan harmonis dan dibumbui kebahagiaan. Namun, tidak sedikit pernikahan yang berakhir dengan perpisahan atau perceraian, yang disebabkan oleh berbagai macam hal yang melandasinya. Bisa disebabkan oleh faktor ekonomi, faktor ketidakbahagiaan, faktor perselingkuhan, dan atau bisa juga keran faktor kekerasan dalam rumah tangga.

Pengertian Perceraian :

Contoh Surat Permohonan (Gugatan) Cerai Ke Pengadilan Agama Yang Benar

Dan Perceraian sendiri memiliki arti sebagai saat berakhirnya sebuah pernikahan. Ketika kedua pasangan tak ingin melanjutkan kehidupan pernikahannya, mereka bisa meminta untuk dipisahkan oleh pemerintah. Selama perceraian, pasangan tersebut harus memutuskan bagaimana membagi harta mereka yang diperoleh selama pernikahan seperti rumah, mobil, ataupun perabotan, dan bagaimana mereka menerima biaya dan kewajiban merawat anak-anak mereka.

Di Indonesia sendiri, bila sepasang suami istri merasa hubungan pernikahan mereka tak bisa dipertahankan lagi, dan memutuskan untuk berpisah atau bercerai. Mereka dapat mengajukan permohonan cerai atau gugatan cerai ke Pengadilan Agama. Sesuai dengan PP No 9/1975 tentang Pelaksanaan UU No 1 tahun 1974 tentang Perkawinan. Teruntuk Anda yang beragama Islam, gugatan perceraian ini dapat diajukan di Pengadilan Agama.

Dokumen-Dokumen Yang Perlu Dipersiapkan :

Sebelum Anda berangkat ke Pengadilan Agama, untuk mengajukan permohonan cerai atau gugatan cerai, ada baiknya persiapkan terlebih dahulu beberapa dokumen yang dipersyaratkan. Yang di antaranya ialah sebagai berikut :

  1. Asli Surat Nikah.
  2. Fotocopy Surat Nikah 2 (dua) lembar, masing-masing diberi materai senilai Rp. 6.000,- dan diberi cap pos.
  3. Fotocopy Akte Kelahiran anak-anak (jika mempunyai anak), diberi materai, dan dilegalisir. *opsional
  4. Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP) teranyar dari Penggugat, diberi materai senilai Rp. 6.000,- dan diberi cap pos.
  5. Fotocopy Kartu Keluarga (KK). *opsional
  6. Surat Permohonan (Gugatan) Cerai sebanyak 8 rangkap.
  7. Surat Izin Perceraian dari atasan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS)

Apabila Anda juga ingin menyantumkan gugatan, yang berkaitan dengan pembagian harta gono gini atau harta bersama, maka wajib menyiapkan bukti Surat Kepemilikannya. Yang di antaranya seperti :

  1. Surat Sertifikat Tanah (jika sertifikat tanah di atas namakan penggugat atau pemohon).
  2. Surat BPKB (Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor).
  3. Surat STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) untuk kendaraan bermotor.
  4. Kuitansi berupa Surat Jual-Beli.
  5. Dan lain sebagainya.

Seperti yang telah dikatakan di atas, bahwa salah satu syarat untuk mengajukan permohonan atau gugatan cerai, ialah dengan mengajukan Surat Permohonan (Gugatan) Cerai ke Pengadilan Agama. Apabila semua syarat telah terpenuhi, dan Pengadilan Agama mengabulkan atau menyetujui gugatan cerai tersebut, maka nantinya akan dikeluarkan Akta Cerai oleh Pengadilan Agama.

Contoh Surat Permohonan (Gugatan) Cerai Ke Pengadilan Agama Yang Benar

Namun, agar permohonan atau gugatan cerai yang Anda layangkan ke Pengadilan Agama dapat dikabulkan, tentu saja Anda tidak boleh sembarangan dalam menyusun Surat Permohonan (Gugatan) Cerai. Pastikan Surat Permohonan (Gugatan) Cerai yang Anda buat, tidak cacat formil sebab tidak memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku, sehingga dapat menybabkan gugatan Anda ‘tidak bida diterima’.

Untuk itulah, contoh format Surat Permohonan (Gugatan) Cerai sangat diperlukan, agar Anda tidak salah dalam menyusun surat tersebut. Nah bagi Anda yang sedang mencari, contoh Surat Permohonan (Gugatan) Cerai untuk dilayangkan ke Pengadilan Agama, silahkan mendownload file contohnya melalui link yang telah kami sediakan di bawah ini :

Contoh Surat Permohonan (Gugatan) Cerai Ke Pengadilan Agama :

File Preview :

Download File Disini :

Download File Surat Permohonan (Gugatan) Cerai.docx
(Google Drive)(Mediafire)

Catatan : Anda tinggal mengubah informasi-informasi penting di dalam Surat Permohonan (Gugatan) tersebut.

Semoga contoh Surat Permohonan (Gugatan) Cerai, yang kami bagikan pada ulasan kali ini dapat berguna bagi Anda, untuk mengajukan permohonan atau gugatan cerai ke Pengadilan Agama. Sehingga, dengan adanya Surat Permohonan (Gugatan) Cerai yang Anda layangkan, pihak Pengadilan Agama dapat mengabulkan permintaan Anda, atau mencarikan solusi yang lebih baik untuk masalah Anda tersebut.

Contoh Surat Permohonan (Gugatan) Cerai Ke Pengadilan Agama Yang Benar | Regina Amanda | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *