Contoh Surat Perjanjian Sewa Menyewa Dengan Format Penulisan Yang Benar

Suratmenyurat.xyz | Sewa-menyewa merupakan hal yang biasa kita saksikan, di antara dua belah pihak yakni pemilik dan juga penyewa. Sewa-menyewa sendiri memiliki arti sebagai sebuah perjanjian atau kesepakatan di mana penyewa harus membayarkan atau memberikan imbalan atau manfaat dari benda atau barang yang dimiliki oleh pemilik barang yang dipinjamkan.

Untuk melaksanakan sewa-menyewa barang, biasanya melibatkan sejumlah dokumen penting, yang salah satu di antaranya ialah Surat Perjanjian yakni Surat Perjanjian Sewa-Menyewa. Nah, sebelum masuk pada ulasan tentang contoh Surat Perjanjian Sewa-Menyewa yang Lengkap, ada baiknya kita mengulas terlebih dahulu, apa itu Surat Perjanjian.

Contoh Surat Perjanjian Sewa Menyewa Dengan Format Penulisan Yang Benar

Pengertian Surat Perjanjian :

Surat Perjanjian merupakan salah satu jenis Surat Resmi yang berisi tentang sebuah kesepakatan bersama, dan tentu saja surat ini bersifat mengikat antara berbagai pihak yang terlibat di perjanjian yang telah disepakati, untuk melakukan tindakan atau perbuatan hukum yang sudah disepakati bersama oleh kedua belah pihak.

Fungsi Surat Perjanjian :

Fungsi Surat Perjanjian adalah sebagai barang bukti, bahwa kita telah mengadakan perjanjian jual beli sehingga kita dapat mengembalikan atau melakukan suatu protes, terhadap barang yang sudah dibeli apabila ada ketidaksesuaian pada barang yang diterima. Selain itu, Surat Perjanjian juga berguna untuk menggugat sesorang apabila orang tersebut melakukan suatu tindakan, yang menyalahi dengan isi suatu perjanjian yang telah disepakati.

Contoh Surat Perjanjian Lainnya :

Ciri-Ciri Surat Perjanjian :

Ada beberapa ciri-ciri, yang harus ada dalam sebuah surat jenis Surat Perjanjian, yang diantaranya ialah sebagai berikut :

  1. Surat perjanjian harus sesuai dengan hukum yang berlaku, kesusilaan, serta mengikat kepentingan umum dan ketertiban.
  2. Obyek surat perjanjian dalam surat kontrak diterangkan dengan jelas.
  3. Harus ada kesepakatan yang merupakan rasa ikhlas. Dengan kata lain surat kontrak dibuat atas dasar paksaan, penipuan, atau kekhilafan.
  4. Dalam surat perjanjian salah satu pihak yang terdapat dalam surat kontrak merupakan orang yang cakap.
  5. Judul kontrak dalam surat perjanjianharus ditulis dalam surat kontrak karena dalam surat kontrak, judul harus dirumuskan secara singkat, padat, dan jelas.
  6. Pihak-pihak yang terkait dalam surat perjanjian harus dengan surat kontrak disebutkan identitasnya secara jelas.
  7. Dalam surat perjanjian harus terdapat latar belakang kesepakatan (retical).
  8. Surat perjanjian harus berisi dari perjanjian kontrak yang bersifat jelas. Pada hakekatnya isi perjanjian kontrak terdiri dari pasal=pasal dan ayat-ayat sehingga sangat jelas bagi kedua belah pihak.
  9. Surat perjanjian membahas tentang mekanisme penyelesaian bila terjadi sengketa.Ditandatangani oleh kedua belah pihak maupun satu pihak.
  10. Terdapat saksi yang yang menyaksikan serta menandatangani surat kontrak.
  11. Terdapat salinan surat kontrak.

Syarat Sahnya Sebuah Perjanjian :

Selain ciri-ciri sebuah Surat Perjanjian, ada juga beberapa syarat dalam sebuah perjanjian, agar perjanjian yang disepakati dapat dikatakan sah. Berikut ini syarat-syaratnya :

  1. Surat perjanjian harus ditulis diatas kertas segel atau kertas biasa yang dibubuhi materai.
  2. Pembuatan surat perjanjian harus atas rasa ikhlas, rela, tanpa paksaan.
  3. Isi perjanjian harus disetujui oleh kedua belah pihak yang berjanji.
  4. Pihak yang berjanji harus sudah dewasa dan dalam keadaan waras dan sadar.
  5. Isi perjanjian harus jelas dan tidak mempunyai peluang untuk ditafsirkan secara berbeda.
  6. Isi surat perjanjian tidak boleh bertentangan dengan undang-undang dan norma susila yang berlaku.

 Jenis-Jenis Surat Perjanjian :

Ada beberapa jenis Surat Perjanjian, yang dapat dipakai untuk melakukan sebuah perjanjian, dengan pihak lain. Yang diantaranya ialah sebagai berikut :

– Perjanjian Jual Beli

Dalam surat ini, pihak penjual diwajibkan menyerahkan suatu barang kepada pihak pembeli. Sebaliknya, pihak pembeli diwajibkan menyerahkan sejumlah uang (sebesar harga barang tersebut), kepada pihak penjual sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak. Setelah penandatanganan surat tersebut, kedua belah pihak terikat untuk menyelesaikan kewajiban masing masing. Setiap pelanggaran atau kelalaian dalam memenuhi kewajiban, akan mendatangkan konsekuensi hukum karena pihak yang dirugikan, berhak mengajukan tuntutan atau klaim.

– Perjanjian Sewa Beli (Angsuran)

Bedanya di dalam Surat Perjanjian satu ini adalah, harga barang yang dibayarkan oleh pihak pembeli, dilakukan dengan cara mengangsur. Barangnya diserahkan kepada pihak pembeli, setelah Surat Perjanjian Sewa Beli ditandatangani. Namun hak kepemilikan atas barang tersebut, masih berada di tangan pihak penjual. Jadi, sebelum pembayaran atas barang tersebut masih di angsur, pihak pembeli masih berstatus sebagai penyewa. Dan selama itu, pihak pembeli tidak berhak menjual barang yang disebutkan, dalam perjanjian sewa beli tersebut. Selanjutnya, hak milik segera jatuh ke tangan pembeli, saat pembayaran angsuran atau cicilan terakhir dilunasi.

– Perjanjian Sewa Menyewa

Suatu persetujuan antara pihak yang menyewakan dan pihak yang menyewa, dimana pihak yang menyewa (pihak I) berjanji menyerahkan suatu barang (tanah, bangunan, dan lain sebagainya) kepada pihak penyewa (pihak II), selama jangka waktu yang di tentukan kedua belah pihak. Sementara itu, pihak penyewa di wajibkan membayar sejumlah uang, atas pemakaian barang tersebut.

– Perjanjian Borongan

Perjanjian ini dibuat antara pihak pemilik proyek dan pihak pemborong, dimana pihak pemborong setuju untuk melaksanakan pekerjaan borongan, sesuai dengan syarat-syarat atau spesifikasi serta waktu, yang telah ditetapkan atau disepakati oleh kedua belah pihak.

– Perjanjian Meminjam Uang/Hutang Piutang

Persetujuan antara pihak piutang dengan pihak berhutang untuk menyerahkan sejumlah uang. Pihak yang berpiutang, meminjamkan sejumlah uang kepada pihak yang meminjam, dan pihak peminjam wajib membayar kembali hutang tersebut. Namun, ditambah dengan bunga yang biasanya dinyatakan dalam persen dari pokok pinjaman, dalam jangka waktu yang telah disepakati.

– Perjanjian Kerja

Pada dasarnya Surat Perjanjian Kerja dan Surat Perjanjian Jual Beli adalah sama. Yang membedakan adalah obyek perjanjiannya. Bila dalam Surat Perjanjian Jual Beli objeknya adalah barang atau benda, maka objek dalam Surat Perjanjian Kerja adalah jasa kerja dan pelayanan.

– Perjanjian Kerjasama

Surat Perjanjian satu ini dibuat antara dua belah pihak, yang memiliki hubungan kerjasama dalam menjalankan sebuah proyek atau pekerjaan, dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku di dalamnya. Sehingga, ketika salah satu pihak melakukan kesalahan atau berlaku tidak sesuai ketentuan-ketentuan dalam perjanjian tersebut, dapat menerima konsekuensi Hukum.

Contoh Surat Perjanjian Sewa Menyewa Dengan Format Penulisan Yang Benar

Nah seperti yang telah dijelaskan di atas, bahwa salah satu jenis Surat Perjanjian ialah Surat Perjanjian Sewa Menyewa. Biasanya dalam melaksanakan proses sewa-menyewa, untuk lebih meyakinkan kedua belah pihak terutama pihak yang menyewakan, Surat Perjanjian Sewa Menyewa ini dibuat. Dan bagi Anda, yang sedang mencari contoh format Surat Perjanjian Sewa Menyewa yang baik, silahkan mendownload file contoh formatnya melalui link yang telah kami sediakan di bawah ini :

Contoh Surat Perjanjian Sewa Menyewa :

File Preview :

Download Disini :

Download File Surat Perjanjian Sewa Rumah I.docx
(Google Drive)(Mediafire)

Download File Surat Perjanjian Sewa Rumah II.docx
(Google Drive)(Mediafire)

Download Juga :

Download File Surat Perjanjian Sewa Kendaraan.docx
(Google Drive)(Mediafire)

Download File Surat Perjanjian Sewa Kios.docx
(Google Drive)(Mediafire)

Download File Surat Perjanjian Sewa Peralatan.docx
(Google Drive)(Mediafire)

Catatan : Anda tinggal mengubah informasi-informasi penting di dalam Surat Perjanjian yang Anda tulis atau susun.

Semoga contoh-contoh Surat Perjanjian Sewa Menyewa, yang kami bagikan pada ulasan kali ini dapat berguna bagi Anda, yang kebetulan sedang melaksanakan proses sewa-menyewa. Sehingga proses sewa menyewa yang Anda jalani, dapat berjalan dengan baik, dan sesuai dengan yang Anda harapkan.

Penelusuran Terkait : Contoh Surat Perjanjian Sewa Menyewa Ruko, Contoh Surat Perjanjian Sewa Menyewa Kios, Contoh Surat Perjanjian Sewa Menyewa Mobil, Contoh Surat Perjanjian Sewa Menyewa Motor, Contoh Surat Perjanjian Sewa Menyewa Gedung, Contoh Surat Perjanjian Sewa Tempat Usaha, Contoh Surat Perjanjian Sewa Menyewa Rumah, Surat Perjanjian Sewa Kios, Surat Perjanjian Sewa Rumah Doc, Contoh Surat Perjanjian Sewa Menyewa Barang, Contoh Surat Perjanjian Sewa Menyewa Alat

Contoh Surat Perjanjian Sewa Menyewa Dengan Format Penulisan Yang Benar | Regina Amanda | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *