Contoh Surat Kuasa Pengambilan Kartu Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)

Suratmenyurat.xyz | Sebagai warga negara yang baik, membayar pajak sesuai ketentuan yang berlaku merupakan kewajiban, yang harus dipenuhi dan dibayar tepat pada waktunya. Dan salah satu bentuk ketaatan membayar pajak, dapat dibuktikan dengan memiliki kartu NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak). NPWP adalah nomor yang diberikan kepada wajib pajak, untuk mempermudah administrasi perpajakan yang berguna sebagai tanda pengenal diri atau identitas wajib pajak, dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakan.

Menurut ketentuan yang berkaku, setiap wajib pajak hanya diberikan satu NPWP, yang terdiri dari 15 digit atau angka. 9 digit pertama merupakan kode wajib pajak, dan 6 digit berikutnya merupakan kode administrasi. Sayangnya, pemahaman mengenai NPWP ini belum sepenuhnya merata, di seluruh elemen dan kalangan masyarakat Indonesia. Tidak sedikit di antara masyarakat, yang masih merasa kebingungan tentang apa sih manfaat, fungsi, dan proses pendaftaran NPWP.

Contoh Surat Kuasa Pengambilan Kartu Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)

Contoh Surat Kuasa Lainnya :

Contoh Surat Kuasa Pengambilan BPKB Motor, Mobil, Dan Bermaterai

Fungsi Dan Manfaat NPWP :

Nah, bagi Anda yang belum memiliki NPWP, segeralah mendaftar sekarang juga. Ada banyak fungsi dan manfaat yang bisa Anda peroleh dari NPWP. Beberapa diantaranya ialah sebagai berikut :

  1. Sebagai sarana dalam hal administrasi perpajakan.
  2. Menjaga ketertiban dalam hal pembayaran dan pengawasan administrasi perpajakan.
  3. Menjadi salah satu persyaratan untuk mendapatkan pelayanan umum, seperti kartu kredit bank, paspor, dan persyaratan pegawai untuk beberapa instansi.

 

Jenis-Jenis NPWP :

NPWP sendiri secara umum digolongkan menjadi dua jenis,  yakni NPWP Pribadi dan NPWP Badan. Dan perbedaan kedua jenis NPWP tersebut berada pada wajib pajaknya. Dimana NPWP Pribadi, dimiliki oleh setiap individu atau setiap orang, yang memiliki penghasilan di Indonesia. Sementara NPWP Badan, dimiliki oleh setiap badan atau perusahaan, yang berdiri dan memiliki penghasilan di Indonesia.

Secara fisik (wujud kartu), tidak ada perbedaan sama sekali antara NPWP Pribadi dan NPWP Badan. Perbedaan yang ada, hanyalah pada data-data tambahan yang tersimpan dalam database kantor pajak, sebagai contohnya :

  1. Nama wajib pajak;
  2. Alamat;
  3. Jenis usaha;
  4. Pemilik perusahaan;
  5. Nomor akta;
  6. Jenis usaha dan cabangnya;
  7. Harta yang dimiliki;
  8. Dan informasi lainnya yang terdapat di dalam perusahaan.

 

Nah seperti yang telah dikatakan di awal, bahwasannya salah satu tanda bahwa kita adalah warga negara yang baik, dan juga bentuk ketaatan membayar pajak ialah dengan memiliki kartu Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Pendaftaran kartu NPWP sendiri, kini dapat dilakukan dengan cara online melalui e-Registration, yang dapat dilakukan pada situs https://ereg.pajak.go.id/.

E-Registration atau Sistem Pendaftaran Wajib Pajak secara Online ini, adalah sistem aplikasi bagian dari Sistem Informasi Perpajakan di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak, dengan berbasis perangkat keras dan perangkat lunak yang dihubungkan oleh perangkat komunikasi data, yang digunakan untuk mengelola proses pendaftaran Wajib Pajak. Sistem ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu sistem yang dipergunakan oleh Wajib Pajak, yang berfungsi sebagai sarana pendaftaran Wajib Pajak secara online. Dan sistem yang dipergunakan oleh Petugas Pajak, yang berfungsi untuk memproses pendaftaran Wajib Pajak.

Setelah proses pendaftaran secara online selesai dilakukan, biasanya Anda akan langsung memperoleh Nomor NPWP. Namun yang menjadi permasalahan justru setelah itu, yakni pada proses pencetakan atau pengambilan kartu NPWP. Memang kini dinas perpajakan buka setiap hari, namun tidak jarang urusan pekerjaan yang harus kita selesaikan, juga memakan waktu hingga satu minggu penuh kerja. Atau bisa juga kita harus menjalani dinas ke luar kota. Hal tersebut membuat kita kesulitan mencetak atau mengambil Kartu NPWP.

Untuk menyiasati hal tersebut, terkadang kita dapat meminta bantuan pihak lain atau pihak ketiga, untuk mengurus dan atau mengambil kartu NPWP di kantor dinas perpajakan. Dan, kita dapat menyerahkan kuas pengambilan atau pencetakan Kartu NPWP tersebut, dengan menyertakan Surat Kuasa Pengambilan Kartu NPWP kepada pihak ketiga yang kita percayai.

Contoh Surat Kuasa Pengambilan Kartu Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)

Nah, bagi Anda yang sedang mencari contoh Surat Kuasa Pengambilan Kartu NPWP, untuk menyerahkan pengambilan kartu NPWP kepada pihak ketiga, karena Anda berhalangan atau memiliki keperluan yang mendesak. Silahkan mendownload file contoh Surat Kuasa Pengambilan Kartu NPWP melalui link download yang telah kami sediakan di bawah ini :

Contoh Surat Kuasa Pengambilan Kartu NPWP :

File Preview :

Download File Disini :

Download File Surat Kuasa Pengambilan Kartu NPWP.docx
(Google Drive)(Mediafire)

Catatan : Anda tinggal mengubah informasi-informasi penting di dalam Surat Kuasa tersebut.

Semoga contoh Surat Kuasa Pengambilan Kartu NPWP, yang kami bagikan pada ulasan kali ini dapat berguna bagi Anda yang berhalangan, untuk mengambilkan kartu Nomor Pokok Wajib Pajak milik Anda sendiri. Sehingga, mempermudah pihak ketiga yang Anda mintai tolong untuk mencetak dan mengambil kartu NPWP milik Anda, di kantor dinas perpajakan yang telah tempat NPWP Anda terdaftar.

Contoh Surat Kuasa Pengambilan Kartu Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) | Regina Amanda | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *